Bebas Ngomong – Bebas Berpikir – Bebas Beropini

FreeSoftDrinks

KPK Luncurin Modul Pembelajaran Anti Korupsi? Efektif kah?

Wah KPK bikin modul pembelajaran untuk siswa Tk,Sd,Smp,Sma,khalayak Umum. modul ini akan di aplikasikan di sekolah-sekolah untuk mengajarkan sejak dini tentang dilarangnya mengambil hak orang lain….

wah menurut saya ini sangat inovatif ya lebih baik do something daripada do nothing. saya beri penghargaan setinggi-tingginya buat KPK. tetapi disini ada yang terlupakan, untuk mengaplikasikan modul itu ke siswa-siswa kan dibutuhkan seorang guru untuk menjelaskan nah dilemanya guru tersebut apakah sebersih modul itu??? tanpa mengurangi rasa hormat saya ke guru, saya beranggapan banyak guru yang memanfaatkan muridnya untuk kepentingan pribadi bahkan guru tersebut berjamaah untuk mengkadalin gurunya… mungkin guru-guru yang memiliki kompetensi yang kurang dalam kehidupannya sehari-hari harus tetap diawasi… oh iya keadaan ini karena kurangnya pengawasan dari dinas terkait…. mohon perlahan diperbaiki sistem pengawasaannya sebelum dunia pendidikan qta tambah kotor oleh sejumlah oknum tersebut….

ini saya kasih beritanya Bos….

Komisi Pemberantasan Korupsi menyerahkan modul buku pelajaran antikorupsi untuk pelajar sekolah kepada Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo. “Kita berharap, setelah 10-20 tahun, mereka tidak ingin melakukan perbuatan korupsi,” kata Antasari Azhar, Ketua KPK, kemarin.

Modul tersebut ditujukan untuk murid taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga pelajar sekolah menengah atas. Pelajaran antikorupsi tersebut berisi nilai-nilai sosial, budaya, dan agama. Misalnya pelajaran tentang larangan mengambil milik orang lain.


Bambang Sudibyo menyambut baik modul pelajaran antikorupsi tersebut. Dia mengatakan, modul itu akan diujicobakan di sekolah-sekolah bertaraf internasional. “Sekolah ini yang berpeluang mencetak pemimpin masa depan,” ujarnya.

Menteri Pendidikan mengatakan nilai-nilai antikorupsi tersebut akan disisipkan dalam semua pelajaran. “Nilai-nilai itu juga bisa dimasukkan dalam pelajaran matematika,” kata Bambang. Selain murid, Bambang mengatakan para guru juga harus memberi teladan.

Soal modul antikorupsi ini, Komisi memang mengusulkan agar tak dijadikan kurikulum sendiri supaya tak menjadi beban tambahan bagi siswa. Selain untuk siswa, Komisi membuat modul antikorupsi untuk pejabat negara, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum.

Modul untuk tingkat taman kanak-kanak  berbentuk buku dongeng. Materinya berisi tentang nilai kejujuran, kesederhanaan, kebersamaan, dan tolong-menolong. Sedangkan untuk tingkat SD, materinya merupakan kelanjutan dari tingkat di bawahnya.

Adapun materi yang dibahas pada tingkat sekolah menengah pertama seputar definisi korupsi. Pada tingkat pendidikan berikutnya, sekolah menengah atas, modul memuat materi tentang uang negara, uang rakyat, dan sejarah perlawanan kaum muda terhadap korupsi.

Sumber : Koran Tempo, 23 Oktober 2008

October 26, 2008 - Posted by | sosial

1 Comment »

  1. Semoga tidak membebani anak sekolah, karena sangat banyak pelajaran yang relatif sama, akibatnya mereka jadi manusia mesin tanpa budi pekerti karena mungkin karena terlaku banyak pelajaran.
    Bisa jadi mereka mengerti, pintar tetapi tanpa perasaan. Dulu semua itu dicakup dalam pelajaran Bahasa Indonesia “BAHASAKU” karangan Purwadarminta, all in one…dan orangtua kita pintar pintar. Bahkan penjaga bioskop tidak akan pernah membolehkan anak kecil masuk pertunjukan 17 tahun ke atas, meski ditemani orangtuanya.
    Dulu supir truk dan bus bahkan tau kelas jalan, dia boleh lewat atau tidak di jalan itu, meski tidak ada polisi.
    Sekarang meeka akan dibebani lagi oleh modul KPK, apa bedanya dengan budipekerti?.
    Bayangkan, seorang anak sd tidak bisa menyebut urutan pancasila dengan benar, maka dia akan dibilang bodoh, minimum tidak punya nilai atau poin. kita butuh urutankah atau akhlak dan pengertian.
    Komen saya, adalah tolonglah pemerintah (departemen pendidikan) tidak menghilangkan masa kecil anak-anak kita, terutama sosialisasi dan budipekerti. mereka sudah terlalu banyak dibebani. (menurutku)

    Comment by Singal | November 27, 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: